Program Pemberdayaan masyarakat sudah sampai dimana?

Program pemberdayaan masyarakat  sekarang ini dianggap penting untuk segera dilakukan. Ada beberapa tujuan pemberdayaan yang ingin dicapai yaitu: (1) Melalui pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan  transformasi sosial dari masyarakat tidak berdaya (masyarakat miskin dan desa tertinggal) menjadi masyarakat berdaya, selanjutnya menjadi masyarakat mandiri (termasuk desa mandiri) dan selanjutnya transformasi menjadi masyarakat madani, (2) Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari penegakan good governance. (3) Melalui siklus pemberdayaan masyarakat akan tumbuh rasa tanggung jawab dan rasa memiliki (ownership) atas program yang dijalankan sehingga keberlanjutan program dapat dijamin. Hasil ini terjadi karena pembangunan direncanakan, dilaksanakan dan dinilai sendiri oleh warga komunitas. (4) Pemberdayaan masyarakat  memberi efek pada penguatan eksistensi komunitas dalam hal kesadaran kritis, daya organisir diri, serta interkoneksitas dengan pilar pemerintah dan dunia swasta dalam suatu sistem kemasyarakatan lokal (local societal system). (5) Melalui pemberdayaan masyarakat akan terjadi peningkatan kemampuan (capability building) dan penguatan kelembagaan (institutional strengthening) komunitas melalui pembelajaran berdasarkan pengalaman.

Saat ini Program Bangun Mandar telah menapaki tahun ke-tiga sejak diluncurkan pada Medio April 2010 lalu. Berbagai tahapan kegiatan telah dilaksanakan yang dibungkus dalam bingkai Siklus Bangun Mandar. Sikus tersebut terdiri dari : (1) Pemetaan Sosial dan Sosialisasi Awal, (2) Refleksi dan Penyadaran Kritis, (3) Pemetaan Potensi R-O-N (Resources, Organization, dan Norms), (4) Pengorganisasian Masyarakat, dan (5) Perencanaan Partisipatif Masyarakat. Seluruh siklus kegiatan tersebut, semata-mata merupakan bentuk penyiapan bagi masyarakat agar dapat melaksanakan Program Bangun Mandar secara benar dan berkelanjutan.

Catatan :

Ketika kita membaca artikel diatas maka ada satu harapan dan niat yang muncul dalam hati ini untuk melihat suatu pemberdayaan masyarakat yang betul-betul tertanam kuat dalam masyarakat.

Penulis yang pernah mengikuti pelatihan Perencanaan berbasis masyarakat yang dilaksanakan oleh Bappeda melihat bahwa secara tataran konsep program pemberdayaan ini akan menghasilkan masyarakat yang betul-betul “berdaya” jika aplikasinya betul-betul sama dengan tataran konsep yang ada.

Sudah banyak program pemberdataan yang ditelurkan dan dilaksanakan dan sudah banyak uang negara, uang masyarakat yang mengalir bebas untuk pembiayaannya.

Coba kita membandingkan antara desa / wilayah yang diberikan intervensi pemberdayaan tersebut. Apakah ada perbedaan yang mencolok, apakah ada perubahan paradigma masyarakatnya, apakah terjadi kesadaran terorganisis dan organisasi yang aktif di dalamnya.

Kalau sama..

Jadi apalah bedanya antara pemberdayaan dan yang tidak diberdayakan.

Apalah bedanya uang yang dialirkan tanpa dialirkan..

Pemberdayaan masyarakat sudah sampai dimana??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s