DOTS cara terampuh berantas TB

DOTS atau Directly Observed Treatment Shortcourse atau jika di Indonesiakan berarti Pengobatan Jangka Pendek dengan Pengawasan Langsung, hingga saat ini diyakini masih menjadi strategi yang paling efektif dalam upaya pengendalian TB di Dunia. Penyakit TB yang dulu dikenal dengan sebutan TBC atau penyakit tiga huruf merupakan penyakit mematikan kedua di Indonesia setelah penyakit Jantung dan Pembuludarah. Sesuai data WHO, angka kematian akibat TB di Indonesia pada tahun 2011 sebesar 64.000 yang jika dibreakdown, terdapat 178 orang meninggal karena TB setiap hari.

Menurut Bank Dunia, strategi DOTS merupakan salah satu intervensi kesehatan yang secara ekonomis sangat efektif (cost-efective). Integrasi kedalam pelayanan kesehatan dasar sangat dianjurkan demi efisiensi dan efektifitasnya. Fokus utama strategi DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien, prioritas diberikan pada pasien TB tipe menular tanpa mengesampingkan tipe TB lainnya. Bentuk pengawasan langsung juga diterapkan dalam strategi ini, setiap pasien yang diobati TB, haruslah didampingi oleh seorang PMO atau Pengawas Menelan Obat. Hal ini dilakukan guna memastikan keteraturan sipasien dalam berobat. Strategi ini akan memutuskan penularan TB yang dengan sendirinya akan menurunkan angka kejadian TB di Masyarakat.

Sejak tahun 2006, Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat telah menerapkan strategi yang merupakan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini, dan hasilnyapun cukup signifikan. Sulawesi Barat yang estimasi penderita TBnya berdasarkan Survey Prevalensi yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan R.I. pada tahun 2004, diperkirakan terdapat 210 orang penderita TB diantara 100.000 penduduk, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan pencapaian. Dibandingkan dengan tahun 2009 yang hasil capaiannya sebesar 43%, Tahun 2011 Provinsi Sulawesi Barat telah mencapai 60 % angka penemuan penderita yang artinya bahwa, dari perkiraan 2433 penderita (berdasarkan jumlah penduduk SP 2010), telah ditemukan dan diobati sebanyak 1353 penderita yang mana target nasional dan MDG’s adalah 70%.

            Penerapan strategi DOTS ini diupayakan dilaksanakan diseluruh Unit Pelayanan Kesehatan di Provinsi Sulawesi Parat. Untuk UPK milik pemerintah penerapannya telah mencapai angka 98 %, klinik perusahaan swasta 60%, Klinik Lapas / Rutan 90 %, Dokter Praktek Swasta 15 %. Diharapkan kedepannya semua penderita TB akan mendapatkan pelayanan dengan system DOTS di semua Unit Pelayanan Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s